Categories
Thoughts

Musik Sebagai Kegiatan Bersosial

Serendipity

Sudah lihat Spotify Serendipity? Projek ini dibuat oleh Kyle McDonald, artist in residence di Spotify. Dia menemukan lewat data yang dimiliki Spotify bahwa setiap detik ada 2 orang atau lebih di lokasi yang berbeda mulai mendengarkan lagu yang sama. Kyle juga menemukan ada 10-20 ribu lagu yang mulai didengarkan tiap detik.

Internet jadi menarik dan digunakan ratusan juta orang di seluruh dunia karena berubah dari teknologi (bermakna hanya bagi orang yang berminat pada teknologi) menjadi produk (bermakna bagi konsumen atau pengguna) dan mungkin suatu hari menjadi komoditi (bermakna bagi semua orang). Mereka yang mendaftar dan mulai menggunakan Twitter sejak tahun 2006/2007 hingga sekarang, bisa melihat transformasi dari teknologi menjadi produk. Internet, bisa menjadi produk karena digunakan untuk kegiatan bersosial, yang dimengerti oleh orang banyak.

Jika masih tak melihat hubungannya, Spotify lewat projek Serendipity sebenarnya menemukan bahwa mendengarkan musik adalah kegiatan bersosial. Secara teori, Serendipity bisa digunakan untuk menyambungkan 2 orang yang tidak saling kenal, karena memiliki selera musik yang sama.

Saat ini, industri musik sudah masuk ke ranah internet/digital. Musik di era digital adalah topik yang populer dibicarakan dimana-mana. Tapi banyak yang belum sadar bahwa dunia digital menjadi seperti sekarang karena kegiatan bersosial terjadi di sana. Naif sekali jika pebisnis musik berpikir bahwa ini tidak ada hubungannya dengan produk yang mereka jual, musik. Siapa yang akan sukses menjual musik di masa depan, kemungkinan adalah mereka yang bisa menemukan cara agar musik menjadi kegiatan bersosial.

Bagaimana Spotify menggunakan penemuan ini (juga penemuan-penemuan lain nanti) dan mengintegrasikan dengan produknya masih kita harus tunggu. Tapi jika Spotify menjadi media sosial, maka didalam pikiran saya, mungkin akan menjadi satu-satunya yang saya gunakan. Ngapain lagi menggunakan Facebook, Twitter atau Google+ jika saya bisa bersosial dan mendengarkan musik di satu tempat saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *