Categories
Thoughts

Selamat Jalan Miten

Pic by Wirantoko (Guitar Plus)

Pertama saya tahu Miten, ketika dikasih spoiler album pertama Netral, di studio MMM Jakarta. Waktu itu sekitar tahun 1994, saat Puppen rekaman Not A Pup Ep disana. Saya ingat, Mas Harry ‘Gendut’, sound engineer in-house MMM, ngomong:

Wah Bin. Lo harus dengerin ini nih, band baru. Namanya Netral. Gitarisnya jago banget”.

Disatu sisi, mungkin Mas Harry ingin bilang “dude, you’re a fucking a lousy guitarist”, hehehe. Mungkin. Tapi disisi lain, Mas Harry benar. Gitaris Netral jago banget.

Kalau kamu jadi pemain band, kamu akan selalu senang mendengar musisi yang lebih jago yang memegang instrumen sama dengan kamu (misalnya saya pegang gitar, maka saya suka gitaris lagi). Dan saat itu saya sadar bahwa saya masih sangat banyak harus belajar.

Sejak itu, saya jadi tahu Miten dan akhirnya sempat berkenalan di salah satu panggung. Badannya kurus, rambutnya gondrong. Agak pendiam jika ketemu dibelakang panggung (Puppen beberapa kali manggung bareng dengan Netral), tapi saat diatas panggung memegang gitar… Anjir… Kata itu yang selalu keluar dari mulut saya saat melihat Miten main gitar.

Saya tidak tahu pasti bagaimana Miten (dan Bimo, drummer orisinil Netral) berpisah dengan the best 3-pieces band in Indonesia (sorry Superman Is Dead). Saya mendengar beberapa berita buruk. But nevermind, itu bukan urusan saya. Mereka tetap salah satu band yang paling berpengaruh pada keinginan saya untuk main band.

Pagi ini saya mendengar kabar buruk di Twitter. Miten meninggal. Seakan tak percaya saya mencari kata ’Miten’ di Twitter. Beberapa nama beaar di musik sudah nge-tweet. Seperti biasa jika mendengar berita, mereka menjadi sumber konfirmasi.

Selamat jalan Miten. Saya tidak akan pernah melupakan karyamu. Rest In Peace.

Walah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *