Categories
Thoughts

Menggunakan Evernote Premium

Welcome_to_Evernote_Premium__-_robin_robinmalau_com_-_Robin_Malau_Mail

Akhirnya hari ini saya memutuskan untuk upgrade account Evernote ke Premium. Sebelumnya saya sudah sempat upgrade selama 3 bulan ketika diberi voucher oleh 2 eksekutif Evernote yang berkunjung ke Jakarta. Saat itu kebutuhan note taking masih cukup menggunakan iAWriter, karena bisa di sync ke iPhone, iPad, dan Macbook saya.  Sayangnya, saya sudah berhenti menggunakan iPhone beberapa lama dan menggunakan Nexus sebagai smartphone utama. Masalah dimulai di situ.

Multi Platform

Kemarin saya mempersiapkan presentasi Pecha Kucha. Saya menulis note di iAWriter di Macbook Air, ditengah menulis, koneksi internet sekonyong-konyong mati. “Ah baguslah”, begitu dalam hati saya berkata. Saya jadi tambah konsentrasi tanpa harus bolak-balik penasaran ngecek social media. Tapi ternyata, ketika berlatih sinkron note dengan slide, saya butuh satu device lagi karena aplikasi Keynote sudah menggunakan seluruh layar komputer. Karena internet mati, maka saya tidak bisa mensinkronkan iAWriter ke iPad. Sementara itu, aplikasi tersebut tidak ada di platform Android.

Akhirnya saya mengirim email dengan mengambil koneksi Telkomsel yang tersendat-sendat, dan membukanya di ponsel Nexus saya. Di tengah latihan, ternyata ada kata-kata yang kurang pas. Tapi saya tidak bisa edit kata-kata di email. Saya pun membuka aplikasi Evernote, hanya untuk menemukan bahwa account gratisan saya sudah menggunakan semua jatahnya. Akhirnya saya latihan saja seadanya, dan berhenti karena merasa tidak nyaman.

Pindah

Sudah lama saya ingin pindah dari iAWriter, karena meski sangat berguna, aplikasi ini tidak ada di platform selain OS X dan iOS. Saya tidak mau hidup hanya menggunakan platform dari 1 perusahaan, dan saya pun memasukkan Android ke workflow saya. Sementara itu Evernote adalah salah satu aplikasi note taking yang ada di semua platform, karena dasarnya mereka ingin mendapat pengguna yang sangat banyak. Tidak seperti iAWriter, yang mampu membuat software yang berguna dan sangat sederhana, tapi tidak begitu perduli dengan jumlah penggunanya. Cukup dengan orang-orang “keren” pengguna platform yang dibuat Apple.

Mungkin saya akan tetap menggunakan iAWriter untuk keperluan menulis, tapi bukan untuk note taking. Untuk saat ini, selamat datang Evernote di workflow saya!

2 replies on “Menggunakan Evernote Premium”

Halo mas, sesama pengguna berat evernote salam kenal ya. Hanya saja saya masih belum beralih ke premium, mungkin bisa di review apa yang dirasakan setelah menjadi user premium mas?

Halo Adnan, sayangnya saya sudah tidak menggunakan Evernote lagi, pindah ke iAWriter. Aplikasinya lebih ringan, dan ternyata saya hanya butuh aplikasi note-taking yang sederhana. Meskipun demikian, saya masih terkadang menggunakan Skitch.

Seingat saya perbedaan premium adalah kapasitas storage dan besarnya data yang bisa di-upload. Sisanya sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *