Categories
Social Media

Bagaimana Facebook Menentukan Apa yang Anda Lihat Di News Feed

Algoritma Facebook. Gambar: Techcrunch
Algoritma Facebook. Gambar: Techcrunch

Pemasar yang bergantung pada organic reach di Facebook mengeluh, karena semakin kesini, reach semakin turun. Pagi ini Josh Constine memberikan analisa bagaimana Facebook menentukan apa yang Anda lihat di News Feed di blog teknologi popular, Techcrunch. Semoga berguna.

Penjelasan singkat

Kompetisi dengan pemasar lain dan terbatasnya atensi pemirsa.

Penjelasan panjang

Yang tidak kita ketahui sebelumnya adalah:

They worked hard to entice people to Like their Page. They paid Facebook for ads to get people to Like their Page, because Facebook told them it was a good long-term investment. They built businesses around the reach they got on Facebook, devoting resources to fill Facebook with content that pulls in the attention it monetizes. And they feel that if someone explicitly said they wanted to hear from their Page, they should see the Page’s posts. When that doesn’t happen, Pages feel robbed.

However, this perspective looks at each Page’s reach in a vacuum, when in fact they’re part of an entire ecosystem of Pages and people competing for attention in the zero-sum game that is the News Feed.

Kita semua berkompetisi untuk 1 ruang, yaitu News Feed. Jumlah pengguna Facebook yang konon sudah mencapai 1 milyar juga menambah masalah bagi kualitas feed yang pemirsa lihat.

Jadi ada beberapa faktor yang menentukan:

  • Bagaimana popularitas (mendapat Like, Komentar, Share dan Klik) pencipta post dibanding dengan orang lain.
  • Bagaimana popularitas post tersebut di hadapan pemirsa (dibanding post yang lain).
  • Bagaimana popularitas pencipta post dengan pemirsa di masa lalu.
  • Apakah tipe post (pembaruan status, foto, video, atau link) cocok dengan dengan tipe post yang populer bagi pemirsa.
  • Berapa lama post tersebut di publikasi.

Logikanya, dengan algoritma di atas, semakin banyak ekosistem pengguna semakin sedikit post yang dilihat oleh pemirsa. Makanya reach turun.

Untuk digital agency yang memberikan penjelasan algoritma di atas kepada klien, secara natural akan diminta untuk meningkatkan ‘kreativitas’. Tapi algoritma di atas hanyalah sebagian kecil faktor yang bisa ditebak. Masih banyak faktor-faktor lain yang tidak kita ketahui.

Pemecahannya sejauh ini adalah masih membeli reach. Facebook sudah mempermudah cara untuk mempromosikan post untuk mendapat reach yang luas. Tapi ini seolah menjadi ‘jebakan’ bagi pemasar yang sudah membeli Like dengan harapan memiliki banyak pengikut maka akan mendapat banyak reach.

Tentunya Facebook sedang berupaya memecahkan masalah ini dengan mempekerjakan insinyur-insinyur terbaik di dunia, juga dengan mengembangkan teknologi Artificial Intelligence. Tapi jika kita ingat, banyak orang pindah ke Facebook karena potensi reach pemirsa yang lebih baik. Jika itu diambil dari mereka, maka apa alasan pemasar untuk tetap menggunakan Facebook?

Bagi kebanyakan digital agency, jawaban pertanyaan di atas adalah: “Permintaan klien”. Selamat bekerja! 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *