Salah Mengerti Creative Commons

Sumber gambar: http://education-copyright.org/creative-commons/

Sumber gambar: http://education-copyright.org/creative-commons/

Pengertian Creative Commons

Hari Sabtu kemarin saya ikutan sesi sharing @ivanlanin di Net Audio Festival di Bandung. Lokasinya di IFI (Institut Français Indonesia) atau biasa dikenal sebagai Pusat Kebudayaan Perancis di Jl. Purnawarman. Topik yang dibahas adalah soal Creative Commons (CC).

Read more...

Seminar tentang Performer’s Rights di Indonesia

Prof-Victor

Awal minggu ini saya diundang menjadi peserta Seminar Performer’s Rights di Indonesia, sehubungan dengan Undang-Undang Hak Cipta yang baru. Seminar ini dibuat Ditjen HAKI bekerjasama dengan Swiss Contact. Dari pihak Indonesia diwakili oleh Prof. Muh Hawin dari UGM, sementara itu Swiss Contact menyediakan 3 orang ahli yang terdiri dari:

Read more...

Warna-Warni Comic Con London 2014

Bersama-Iron-Man

Dalam perjalanan saya ke Cardiff untuk Festival Congress, di ujung kota London saya melihat banner besar bertuliskan “MCM Comic Con London, 24-26 October 2014″. Dalam hati langsung, “Shit. Ada Comic Con weekend depan!!!”. Saya langsung memutuskan untuk datang. Karena tanggal 25 saya kembali ke Jakarta, maka saya hanya punya kesempatan untuk datang hari pertama. Gapapa. Cukup kok. Singkat cerita, teman baru saya Arya juga jadi kepingin datang.

Read more...

Catatan Dari Event Festival Congress di Cardiff

Festival-Congress

Orang yang menjalankan bisnis festival adalah orang yang mencintai kemanusiaan. Bagaimana tidak, mengapa mereka berusaha membuat ribuan orang bahagia sekaligus?

Begitu Jude Kelly OBE membuka keynote speech-nya di Festival Congress, setelah acara dibuka oleh para founder. Buat saya tweet di bawah ini mewakili perasaan yang hadir saat itu:

Read more...

Nonton Konser In Flames di London

In Flames London 2014

Sebelum berangkat ke UK, saya mencari konser band metal yang kebetulan bertepatan saya di sana. Untung banget nemu In Flames lewat website Songkick. Sayangnya karena waktu mepet, saya hanya kebagian tiket di lantai 3 di gedung pertunjukan berkapasitas penonton 2.000 orang tersebut. Ya sudahlah, saya paksakan saja. “Kapan lagi nonton In Flames?” begitu kurang lebih pikiran yang ada di benak saya ketika memutuskan untuk membeli tiket. Oh ya, gedung ini sudah ada sejak tahun 1903. Gila memang, bangsa British sudah punya gedung pertunjukan yang sangat memadai sejak awal abad 19.

Read more...

Back to top