Songs of Ignorant

Apple - U2 Fail

Tidak seperti jaman dulu ketika industri rekaman masih mendikte apa yang kita dengar, apa yang kita lihat dan bagaimana kita menikmati musik. Sekarang orang bisa memilih, dan banyak musisi sukses jaman sekarang, yang memiliki keunikan tersendiri dan membutuhkan strategi khusus untuk pasar dan medium yang unik pula.

Read more...

Kutiman, Rockstar YouTube

Kutiman

5 tahun yang lalu, Techcrunch menyebut Kutiman sebagai bintang musik pertama yang lahir dari Twitter. Saya terjemahkan:

Selain aspek penciptaan musiknya yang revolusioner, Kutiman juga memiliki cerita yang menarik dari sisi media sosial. Seluruh efek bola salju yang terjadi dan menyebabkan video dilihat lebih dari 1 juta kali, website yang rusak (karena pengunjungnya terlalu banyak), dan buzz dimana-mana, dimulai oleh 3 orang yang terlibat dalam projek ini. Mereka mengirimkan email ke 20 orang, dan berita menyebar dari situ. Dari tidak ada yang melihat hingga 1 juta kali dalam waktu kurang dari 7 hari, tanpa melibatkan biaya pemasaran, mencurangi ataupun mengoptimisasi mesin pencari. Konon, tim pendukung Kutiman bergantung pada penyebaran berita di Twitter. Jika itu benar, maka Kutiman adalah bintang musik pertama yang lahir di Twitter. Tidak diragukan lagi, kita akan melihat lebih banyak lagi musisi yang lahir dengan model serupa di masa depan.

Read more...

“Available exclusively on iTunes” adalah Janji Palsu

Apple iTunes

Janji Palsu Model Pay Per Download

Semalam, Apple mengumumkan bahwa album U2 terbaru akan dibagikan secara gratis untuk pengguna iTunes di seluruh dunia (di negara yang masuk wilayah layanan iTunes). Apple memperkirakan album U2 tersebut bisa mencapai 500 juta orang, sebagian besar dari mereka adalah pemilik gadget Apple. Gila, banyak banget. Sayangnya pernyataan “Available exclusively on iTunes” itu tidak benar. Karena tidak mungkin ada pihak di dunia, yang bisa mencegah album tersebut berada dimana-mana. Jadi, album “Songs of Innocence” sekarang, hanya beberapa jam dari janji hanya tersedia di iTunes, tidak lagi hanya tersedia di iTunes, iTunes Radio maupun Beats (padahal Apple sudah membayar Universal, label U2 untuk mendapat hak eksklusif selama 25 hari).

Read more...

FGD dengan Tim Transisi Ekonomi Kreatif

FGD Pokja Bandung

Suasana FGD yang santai. Foto: Gustaff

FGD Pokja Tim Transisi

Jumat sore saya ditelepon sahabat saya Gustaff, dari CommonRoom. Dia minta saya jadi narasumber di FGD (Forum Group Discussion) untuk membantu pokja (kelompok kerja) tim transisi ekonomi kreatif. Pokja tersebut adalah sekelompok relawan yang bertugas mencari masukan dari pelaku industri kreatif, untuk memberi rekomendasi program apa yang harus dilakukan oleh departemen Ekonomi Kreatif Indonesia di bawah Presiden Jokowi. FGD tersebut bertempat di BCCF Simpul Space #3, di Jl. Taman Cibeunying, Bandung.

Read more...

Kreativitas di Indonesia, Pelajaran dari Skateboarder Jerman

The Journey of the Beasts from Sebastian Linda on Vimeo.

Di video dokumentasi ini, diceritakan sekelompok skateboarder Jerman datang ke Bandung, Jakarta dan Bali. Tujuan mereka datang agar mendapat suasana baru untuk bermain skateboard. Mereka ingin mencari sesuatu yang tidak mereka dapat dari tanah airnya. Berbeda dengan Indonesia, skateboarding (dan ‘extreme sport’ secara umum) di Jerman sangat maju.

Read more...

Mengapa Saya Tidak Akan Beli iPhone Lagi

no-more-iphone

Saya sempat jadi iPhone fanboy selama beberapa tahun. Semua yang Apple lakukan lewat iPhone adalah mutlak benar. Tapi kenyataannya, setelah menggunakan Nexus 4 setahun lebih, saya tidak rindu sama iPhone sama sekali. Ada beberapa elemen dari iPhone yang tidak bisa saya terima sebagai konsumen:

Read more...

Back to top
© 2014 Robin Malau